Sunday, 20 November 2011

Iktibar Dari Kisah Isteri Nabi Nuh, Nabi Luth dan Firaun





Wanita yang durhaka 

Isteri Nabi Allah Nuh dan Nabi Luth adalah dua orang isteri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh kebanyakan daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. 

Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Isteri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan isteri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual). 

Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: "Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).

Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. 

Dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebahagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat."

Semoga kisah para wanita ini dapat menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk bermuhasabah, sama ada kita termasuk golongan yang mana? Apakah golongan yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya?

Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan soleh dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. 

Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga hendaklah membantu suami menjalankan agamanya. Isteri yang demikian merupakan harta yang paling berharga.

Dari kisah mereka, kita dapat mengambil pelajaran bahawa dalam keadaan bagaimanapun, syariat Allah dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya. Asalkan berada di atas kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, mahupun orang yang paling istimewa di hati kita.

Oleh itu, kewajiban kita adalah menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan cinta sejati .. cinta Allah Rabbul 'alamin.

Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin.

p/s- Gugurnya IMAM isteri Nabi Allah Nuh dan Nabi Allah Luth adakah gugur juga taraf Nabi baginda? Tentulah tidak. ALLAH MAHA MENGETAHUI.

0 comments:

Post a Comment